21 Short Interview: Yandy Laurens


riri riza

Tahun 2013 jelas menjadi tahun yang menyenangkan bagi Yandy Laurens. Tidak hanya film pendeknya, Wan An, berhasil meraih tiga penghargaan di ajang XXI Short Film Festival 2013 – termasuk memenangkan kategori Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik, film tersebut juga berhasil membawanya menjelajah ke berbagai wilayah pelosok negeri karena kepopulerannya. Bagaimana Yandy memulai Wan An? Berikut rangkuman wawancara tim XXI Short Film Festival 2014 bersama dengan Yandy Laurens.

 

Q: Ceritain dong gimana ide awal dari Wan An?

A: Wan An, ide awalnya dari nenek kandung saya yang suatu hari bercerita tentang rasa takutnya tiap malam tiba, takut kalau besok pagi bangun salah satu diantara mereka (kakek/nenek) ada yang tidak bisa bangun (meninggal).

 

Q: Atas inpirasi tersebut, bagaimana proses penulisan naskah ceritanya sendiri? A: Saya merekonstruksi hidup mereka, membaca pola hidup mereka. Penonton bisa memproyeksikan juga hidup mereka 20, 30, 40 tahun mendatang. Kemudian saya masukan adegan curcol itu sebagai key turning point, menggerakkan cerita. Secara form memang drama komedi karena saya senang drama komedi dan saya rasa drama komedi adalah genre yang paling tepat untuk menghantarkan core pesan dari cerita ini.

 

Q: Banyak yang nanya nih soal pemilihan Henky Solaiman dan Maria Oentoe sebagai pemeran dua karakter utama. Gimana pemilihannya?

A: Om Hengky adalah pilihan "mudah". Anda mencari aktor dengan kemampuan akting hebat ? Berwajah oriental? Berumur di atas 60? Om Hengky jawabannya! Kalau untuk tante Maria, kita nyari-nyari dan nemu di cast list Ca Bau Kan, secara look cocok, akting oke... jadi kita cari beliau.

 

Q: Punya tips gak untuk mereka yang mungkin ingin 'meminang' aktor/aktris senior di film pendek mereka?

A: Yang pertama, buat cerita yang menarik dan bagus dalam bentuk sinopsis. Kemudian buat sistem produksi yang baik. Komunikasikan semua yang bisa kamu provide kepada mereka.

 

Q: Naskah udah. Casting udah. Proses produksi 'Wan An' sendiri butuh waktu berapa lama nih?

A: Pre production sekitar 4 bulan. Shoting days 3 hari dimana hari ketiga cuma untuk satu shot.

 

Q: Punya pengalaman menarik gak selama proses produksi Wan An?

A: Apa ya... Pemeran Liem adalah pemeran dadakan. Pemain yang bersangkutan berhalangan tiba tiba. Kita sudah panik. Masa iya, scene mahjong dihapus semua. Ditengah kepanikan, Om Ferdinand datang berkunjung ke lokasi shoting. Karena sesuai dengan karakter yang dibutuhkan, Om Ferdinand akhirnya kita pilih untuk memerankan Liem.

 

Q: Eh... bisa ceritain gak gimana proses ikutan XXI Short Film Festival 2013?

A: Dari awal emang udah ngerencanain kalau bikin film dan sudah jadi... ya dikirim ke semua festival dan pemutaran apapun selama itu bisa. Dan karena promo XXI Short Film Festival 2013 di semua studio itu, semua kerabat dan teman teman menghubungi saya dan bilang, “Yan, ada lomba di XXI. Ikut tuh!”. Jadi saya masukin. Bahkan ketika mereka melihat promo untuk XXI Short Film Festival 2014, mereka masih tetap menghubungi saya dan bilang, “Yan, XXI Short Film Festival untuk tahun 2014 ada lagi lho. Ayo ikut!”.

 

Q: Ha! Pengalamannya selama mengikuti XXI Short Film Festival 2013 apa aja?

A: Pengalamannya... dapat banyak belajar dari menonton film film pendek di XXI. Senang! Para pembuat film pendek Indonesia bisa ngumpul bareng.

 

Q: Setelah ikutan XXI Short Film Festival 2013, bisa share dong kenapa para pembuat film harus ikutan kompetisi ini?

A: Hmmm... apa ya... Ynag pertama buat film untuk buat di tonton orang. Kemudian kirim ke semua festival selama itu bisa. Kirimin ke XXI Short Film Festival? Harus! Karena skalanya nasional. Yang nonton banyak dan yang ikutan juga banyak dan beragam. Trus juri jurinya oke. Dan kalau menang dapat hadiah yang lumayan banget dan film kita menang diputar di kota-kota besar di Indonesia. Di XXI Short Film Festival kita juga bisa nonton film temen-temen pembuat film yang lain. Belajar juga darisitu. Intinya, masukin filmmu ke semua festival selama memungkinkan. Apalagi ke XXI Short Film Festival.

 

Q: Sebagai pemenang nih.. kasih tips dong ke pembuat film lain yang mau ikutan tahun ini.

A: Buat film yang deket sama hidup, tapi jangan lupa sudut pandang dalam melihatnya. Sudut pandang menentukan pemaknaan.

 

Q: Pertanyaan terakhir deh! Setelah Wan An lagi ngerjain apaan nih? Mau ikutan XXI Short Film Festival 2014 gak?

A: Sekarang sedang ngerjain next short. Judulnya Patient bersama LifeLike Pictures dan Mbak Lala Timothy.

CONNECT WITH US ON